Ingin Lebaran Lebih Sehat? Ini Rekomendasi Menu dari Ahli Gizi Ustazah Yuswati

Ahli Gizi, Ustazah Yuswati, saat menjadi narasumber dalam program Sinikhbar | Siniar Ikhbar bertajuk "Seberapa Aman Menu Takjil Ramadan Kita?" di Ikhbar TV. Dok IKHBAR

Ikhbar.com: Lebaran identik dengan hidangan berlemak, bersantan, dan manis. Pilihan makanan tersebut kerap berdampak pada kesehatan jika dikonsumsi berlebihan, meski sudah menjadi bagian dari tradisi.

Ahli gizi, Ustazah Yuswati, S.KM., M.Kes, menilai Lebaran tetap bisa dirayakan dengan menu yang lebih sehat tanpa mengurangi suasana kebersamaan.

“Lebaran tetap bisa terasa istimewa tanpa harus selalu identik dengan makanan tinggi lemak dan gula,” kata Ustazah Yuswati kepada Ikhbar.com, Rabu, 18 Maret 2026.

Baca: Hati-hati! Tubuh Bisa ‘Kaget’ saat Transisi Puasa ke Lebaran

Ia menyarankan beberapa alternatif hidangan yang lebih ramah bagi tubuh. Buah segar, misalnya, dapat dijadikan pembuka sebelum menyantap makanan utama.

Selain itu, salad buah tanpa tambahan gula berlebih juga bisa menjadi pilihan. Untuk minuman, sirup dapat diganti dengan infused water berbahan lemon atau mint.

“Kemudian kue berbahan dasar kacang atau oat serta hidangan utama yang tetap seimbang antara karbohidrat, protein, dan sayur,” ujarnya.

Menurutnya, variasi menu tersebut lebih sehat sekaligus membantu menjaga keseimbangan nutrisi selama Lebaran.

Di sisi lain, kebiasaan ngemil sepanjang hari perlu dikendalikan. Kue kering yang tampak kecil sering kali mengandung kalori tinggi.

“Jika dimakan sedikit demi sedikit, tetapi terus berulang sepanjang hari, total kalorinya bisa cukup besar tanpa kita sadari,” kata dia.

Minuman manis juga memberi dampak serupa. Konsumsi berulang dapat memicu lonjakan gula darah yang berpengaruh pada energi tubuh.

Untuk mengatasi hal itu, Ustazah Yuswati menyarankan pembatasan waktu ngemil serta memperbanyak konsumsi air putih. Buah dapat menjadi alternatif camilan.

Selain orang dewasa, perhatian juga perlu diberikan kepada anak-anak. Suasana Lebaran dengan beragam makanan manis sering mendorong konsumsi gula yang lebih tinggi.

“Pendekatan yang paling efektif bukan melarang secara keras, tetapi mengatur jumlah dan waktu konsumsinya,” ujar Wakil Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) KHAS Kempek Cirebon tersebut.

Baca: Masak Lebih Awal untuk Lebaran? Ini Tips Aman Menyimpannya

Anak-anak tetap boleh menikmati makanan favorit dalam jumlah terbatas, dengan pendampingan makanan utama yang seimbang.

Di tengah banyaknya pilihan hidangan, ia menekankan pentingnya kesadaran dalam mengatur porsi. Keseimbangan menjadi kunci agar tubuh tetap sehat selama Lebaran.

“Tidak ada makanan lebaran yang benar-benar harus dihindari sepenuhnya. Yang penting adalah keseimbangan,” kata Ustazah Yuswati.

Ia juga mengingatkan agar tidak mencoba semua hidangan dalam satu waktu. Memberi jeda antara makan utama dan camilan dapat membantu kerja tubuh tetap optimal.

Lebih jauh, ia melihat Lebaran sebagai momen untuk menjaga kesehatan sekaligus menikmati kebersamaan. Pengaturan pola makan menjadi bagian dari tanggung jawab menjaga tubuh.

“Menikmati hidangan lebaran itu wajar, tetapi kebijaksanaan dalam menikmatinya adalah bagian dari menjaga amanah,” tutupnya.

Ikuti dan baca artikel kami lainnya di Google News.