Ikhbar.com: Pengasuh Pondok Pesantren Al-Mizan Majalengka, Dr. KH Maman Imanulhaq mengajak ulama, santri, dan masyarakat luas untuk memanjatkan doa bagi perdamaian dunia di tengah meningkatnya konflik geopolitik internasional.
Seruan tersebut disampaikan Kiai Maman pada acara doa bersama untuk perdamaian dunia yang diselenggarakan Dewan Syura Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) pada Ahad, 15 Maret 2026.
Pernyataan tersebut sebagai respons atas ketegangan global yang melibatkan sejumlah negara besar dan berpotensi memperluas instabilitas di kawasan Timur Tengah.
Kiai Maman menilai situasi global saat ini memerlukan sikap bijak dari para pemimpin dunia. Eskalasi konflik yang melibatkan Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran sejak akhir Februari 2026 memicu aksi balasan berupa peluncuran rudal dan drone. Kondisi tersebut memperpanjang ketegangan di Timur Tengah dan meningkatkan kekhawatiran terhadap stabilitas internasional.
Dampak konflik tersebut juga dirasakan pada sektor ekonomi global. Ketegangan yang terjadi di sekitar Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang dilalui sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia, memicu lonjakan harga energi dan kekhawatiran terganggunya rantai pasok internasional.
Baca: Kiai Maman Desak Aparat Usut Tuntas Teror Air Keras terhadap Aktivis KontraS
Kiai Maman menegaskan bahwa suara moral dari ulama dan pesantren penting disampaikan dalam situasi dunia yang penuh tekanan. Ia menilai masyarakat internasional membutuhkan komitmen kuat untuk mengedepankan dialog dan diplomasi sebagai jalan penyelesaian konflik.
“Konflik yang terus meluas ini harus segera dihentikan. Dunia membutuhkan kebijaksanaan para pemimpin global untuk memilih jalan damai. Doa ini adalah seruan moral agar perang tidak terus menelan korban kemanusiaan,” ujar KH Maman Imanulhaq di Islamic Center Sumedang.
Ia juga mengingatkan bahwa Indonesia memiliki tradisi panjang dalam mendorong perdamaian antarbangsa. Menurutnya, peran ulama, pesantren, serta masyarakat sipil perlu terus diperkuat agar nilai kemanusiaan tetap menjadi dasar dalam menghadapi konflik global.
“Doa ini bukan sekadar ritual, tetapi pesan kemanusiaan dari Indonesia bahwa perdamaian adalah jalan terbaik bagi masa depan dunia,” tegas Wakil Dewan Syura PKB itu.
Seruan doa untuk perdamaian dunia tersebut diwujudkan melalui rangkaian kegiatan yang digelar di sejumlah daerah di Jawa Barat. Kegiatan itu melibatkan para ulama, santri, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen masyarakat yang turut menyampaikan harapan agar konflik global segera mereda.
Doa bersama digelar di beberapa lokasi yang memiliki nilai spiritual dan budaya, antara lain Keraton Kasepuhan Cirebon, Pondok Pesantren Al-Mizan Majalengka, Islamic Centre Sumedang, serta Pondok Pesantren Mumtaz Mizani Subang. Sejumlah ulama, budayawan, santri, dan masyarakat hadir dalam kegiatan tersebut untuk memanjatkan doa bersama.
Acara di Sumedang juga dihadiri Abuya KH Muhammad Muhyiddin Abdul Qadir serta Ketua DPC PKB Sumedang Taufik Nurrohim bersama para alim ulama se-Kabupaten Sumedang. Mereka mengikuti doa bersama sebagai bentuk kepedulian terhadap perdamaian dunia.