Israel Sibuk Tutupi Berita Dampak Kerusakan Serangan Iran

Salah satu potret kerusakan di Israel akibat serangan balasan Iran. Foto: REUTERS/Ronen Zvulun

Ikhbar.com: Serangan rudal Iran ke Israel dalam gelombang terbaru dilaporkan menimbulkan kerusakan di sejumlah wilayah. Pemerintah setempat disebut berupaya membatasi penyebaran informasi mengenai dampak serangan tersebut.

Media Al Jazeera melaporkan gelombang ke-50 serangan rudal Iran berlangsung lebih dari 12 jam dan menyasar berbagai wilayah Israel, mulai dari bagian selatan, tengah hingga utara.

“Gelombang ke-50 serangan rudal Iran ke Israel berlangsung lebih dari 12 jam, dari wilayah selatan hingga utara,” lapor Al Jazeera dikutip pada Ahad, 15 Maret 2026.

Salah satu insiden yang paling menonjol terjadi di kota Eilat di bagian selatan Israel. Serangan menggunakan munisi tandan dilaporkan menghantam kota tersebut dan pecah di beberapa titik.

“Setidaknya sepuluh lokasi mengalami kerusakan akibat rudal dan terdapat sejumlah korban luka, termasuk seorang anak laki-laki berusia 12 tahun,” tulis laporan tersebut.

Informasi mengenai serangan di Eilat sempat tertahan karena adanya pembatasan dari sensor militer Israel. Namun rekaman kejadian akhirnya tersebar setelah warga di kota Aqaba, Yordania yang berada tepat di seberang wilayah tersebut melihat langsung peristiwa itu.

Rekaman serangan kemudian diunggah ke media sosial sehingga informasi mengenai kejadian di Eilat akhirnya menyebar luas.

“Tidak ada cara untuk menyembunyikan semua lokasi dampak dengan kerusakan di sepuluh wilayah berbeda di kota strategis tersebut,” lapor koresponden Al Jazeera.

Serangan yang terjadi secara berulang juga menimbulkan tekanan bagi masyarakat Israel, terutama di wilayah utara negara tersebut.

Baca: Hamas Minta Iran Setop Serang Negara-negara Arab

“Di Israel utara, sirene peringatan serangan udara berbunyi setiap 30 menit,” sebut laporan Al Jazeera.

Di wilayah Israel bagian tengah, sistem pertahanan udara mencegat sejumlah proyektil yang masuk dari Iran. Pecahan rudal kemudian jatuh di beberapa lokasi setelah proses intersepsi tersebut.

Channel 12 Israel melaporkan puing-puing rudal ditemukan di kota Lod dan Ness Ziona yang berada di dekat Tel Aviv.

“Puing-puing rudal mendarat di Lod dan Ness Ziona setelah intersepsi rudal yang diluncurkan dari Iran,” lapor Channel 12.

Sirene serangan udara juga terdengar di beberapa wilayah Israel bagian tengah dan selatan saat proses pencegatan berlangsung. Ledakan yang terdengar berasal dari sistem pertahanan udara yang berusaha menghancurkan proyektil yang masuk.

Polisi dan tim darurat kemudian dikerahkan ke sejumlah lokasi untuk memeriksa dampak kerusakan setelah puing rudal jatuh di beberapa wilayah.

“Polisi dan kru darurat dikirim ke lokasi jatuhnya puing-puing untuk menilai kerusakan,” tambah laporan tersebut.

Ledakan keras juga terdengar di Yerusalem dan wilayah Tepi Barat. Saksi mata melaporkan adanya pecahan rudal yang jatuh setelah sistem pertahanan udara melakukan pencegatan.

Saksi mata kepada kantor berita Anadolu menyebut pecahan rudal jatuh di kawasan Masafer Yatta setelah rudal Iran berhasil dicegat.

“Pecahan rudal jatuh di wilayah Masafer Yatta setelah rudal Iran dicegat,” kata para saksi kepada Anadolu.

Laporan awal juga sempat menyebut adanya kerusakan di beberapa kota lain seperti Lod, Bnei Brak dan Ramla. Di Ramla bahkan muncul informasi mengenai kebakaran di pusat kota setelah gelombang serangan Iran.

Namun Radio Angkatan Darat Israel kemudian menghapus unggahan yang memuat laporan tersebut dari akun media sosialnya.

Channel 12 kemudian memperbarui laporan dengan menyebut kebakaran tidak disebabkan oleh pecahan rudal.

“Api tidak terjadi karena pecahan intersepsi dan terjadi sebelum alarm dibunyikan,” lapor Channel 12.

Kerusakan yang dipastikan terjadi dilaporkan berada di kota Holon. Kebakaran terjadi di wilayah tersebut dan dua warga lanjut usia dilarikan ke rumah sakit.

Laporan media Israel menyebut satu orang mengalami luka akibat pecahan kaca dan satu lainnya mengalami gangguan pernapasan karena menghirup asap.

“Dua orang berusia sekitar 80 tahun dibawa ke rumah sakit, satu karena luka akibat pecahan kaca dan satu lagi karena menghirup asap,” lapor media Israel.

Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC menyatakan mereka telah meluncurkan gelombang ke-50 operasi militer yang juga menyasar sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Dalam pernyataan yang dikutip kantor berita Fars disebutkan bahwa operasi tersebut dilakukan terhadap sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di beberapa negara.

“Operasi ini dilakukan terhadap pangkalan tentara teroris AS di Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait dan Yordania,” bunyi pernyataan IRGC.

IRGC juga menyebut sasaran operasi tersebut mencakup radar peringatan dini yang berada di wilayah yang berperan melindungi Israel.

Pernyataan itu menyebut fasilitas tersebut dianggap memberikan perlindungan bagi Israel dalam konflik yang sedang berlangsung.

“Radar peringatan dini yang berperan melindungi rezim Zionis juga menjadi sasaran,” bunyi pernyataan tersebut.

Di Amerika Serikat, tekanan terhadap pemberitaan konflik tersebut juga muncul setelah pemerintahan Presiden Donald Trump memperingatkan lembaga penyiaran agar berhati-hati dalam melaporkan perang melawan Iran.

Ketua Komisi Komunikasi Federal Brendan Carr menyatakan lembaga penyiaran harus bekerja untuk kepentingan publik.

“Penyiar yang menyebarkan hoaks dan distorsi berita – juga dikenal sebagai berita palsu – kini memiliki kesempatan untuk memperbaiki arah sebelum perpanjangan izin mereka dilakukan,” tulis Carr di media sosial.

Pernyataan itu muncul setelah Trump menuding sejumlah media menyebarkan laporan yang menurutnya tidak tepat mengenai serangan Iran terhadap pesawat pengisian bahan bakar Amerika Serikat di Arab Saudi.

Trump menyatakan pangkalan tersebut memang diserang, namun kerusakan yang terjadi tidak seperti yang dilaporkan sejumlah media.

“Pangkalan itu diserang beberapa hari yang lalu, tetapi pesawat-pesawat itu tidak dihantam atau dihancurkan,” kata Trump melalui akun Truth Social.

Trump juga menambahkan bahwa sebagian besar pesawat tetap dapat beroperasi setelah serangan tersebut.

“Empat dari lima kapal hampir tidak mengalami kerusakan, dan sudah kembali beroperasi,” tulisnya.

Pernyataan tersebut memicu kritik dari sejumlah politisi Amerika Serikat yang menilai langkah itu sebagai tekanan terhadap media.

Senator Brian Schatz dari Hawaii menilai pernyataan Carr dapat dipahami sebagai ancaman terhadap lembaga penyiaran.

“Ini adalah arahan yang jelas untuk memberikan liputan perang yang positif, jika tidak, izinnya tidak akan diperpanjang,” tulis Schatz.

Di Bahrain, otoritas keamanan juga mengambil tindakan terhadap penyebaran informasi terkait serangan Iran. Kementerian Dalam Negeri Bahrain mengumumkan penangkapan sejumlah orang.

Kementerian tersebut menyebut para tersangka diduga menyebarkan video dan informasi yang dianggap tidak benar mengenai serangan tersebut.

“Enam orang ditangkap dan dirujuk ke penuntutan publik karena mengunggah video tentang dampak agresi Iran dan menyebarkan berita palsu,” kata kementerian itu.

Serangan di Bahrain dilaporkan menyebabkan dua orang tewas dan puluhan lainnya mengalami luka.

Di wilayah Iran, sejumlah kota juga mengalami serangan pada hari yang sama. Salah satu insiden paling besar dilaporkan terjadi di kota Isfahan.

Menurut laporan Reuters dan media Iran, serangan di Isfahan menyebabkan 15 pekerja pabrik tewas.

Media Iran menyebut lokasi yang terkena serangan merupakan fasilitas sipil yang memproduksi lemari es dan pemanas.

“Sebanyak 15 pekerja pabrik tewas setelah serangan di fasilitas produksi tersebut,” lapor media Iran.

Selain Isfahan, beberapa kota lain yang juga terdampak antara lain Teheran, Tabriz, Bandar Abbas dan Sirjan di Provinsi Kerman.

Otoritas Iran juga menyebut terdapat drone yang terbang di atas Teheran dan mengklaim telah menembak jatuh beberapa unit.

“Sedikitnya tiga drone berhasil ditembak jatuh di atas Teheran,” kata pernyataan IRGC.

Ikuti dan baca artikel kami lainnya di Google News.