Komdigi Ungkap Cara Mengontrol Penggunaan Gadget Anak saat Lebaran

Ilustrasi anak main medsos. Foto: iStock

Ikhbar.com: Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid mengajak para orang tua memanfaatkan momentum Lebaran untuk membatasi penggunaan gadget pada anak.

Imbauan tersebut disampaikan agar momen Idulfitri dapat digunakan keluarga untuk memperkuat interaksi langsung, terutama di tengah meningkatnya penggunaan perangkat digital.

Menurut Meutya, libur Lebaran dan perjalanan mudik memberi ruang bagi keluarga untuk memperbanyak komunikasi antara orang tua dan anak. Ia menilai kesempatan tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengurangi ketergantungan anak terhadap gawai.

“Gunakan momen liburan dan mudik ini untuk sebanyak-banyaknya menghabiskan waktu bersama keluarga. Gadgetnya bisa dimatikan dulu atau setidaknya dikurangi,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu, 11 Maret 2026.

Ia juga menyinggung kebijakan perlindungan anak di ruang digital yang tengah disiapkan pemerintah. Kebijakan tersebut direncanakan mulai berlaku efektif pada Sabtu, 28 Maret 2026.

Dalam kebijakan tersebut, orang tua diharapkan mulai membimbing anak untuk tidak terlalu bergantung pada media sosial. Pendampingan keluarga dinilai penting agar anak dapat menggunakan teknologi digital secara lebih sehat.

Baca: Pemerintah Resmi Batasi Pengguna Medsos di Bawah 16 Tahun

“Untuk anak-anak di bawah 16 tahun, kita juga sedang menuju implementasi kebijakan yang akan efektif pada 28 Maret nanti. Sejak sekarang mungkin bisa mulai berlatih perlahan-lahan keluar dari media sosial dengan bimbingan orang tua,” kata Meutya.

Perubahan pola penggunaan teknologi digital di keluarga memerlukan kesiapan dari orang tua. Ia menyarankan agar masa libur Lebaran dimanfaatkan untuk membangun komunikasi yang lebih terbuka antara orang tua dan anak.

“Mungkin selama libur Lebaran ini adalah waktu yang baik untuk berbicara dari hati ke hati antara orang tua dan anak untuk mulai melakukan persiapan,” tuturnya.

Selain imbauan pemerintah, sejumlah pakar juga memberikan panduan bagi orang tua dalam mengatur penggunaan gawai anak. Dokter anak konsultan tumbuh kembang dan pediatri sosial, Ahmad Suryawan, membagikan beberapa langkah yang dapat diterapkan keluarga.

1. Orang tua mengatur penggunaan gawai pribadi

Ahmad menilai anak cenderung meniru kebiasaan orang tuanya. Karena itu, orang tua perlu memberi contoh dengan mengurangi screen time ketika berada di depan anak.

“Anggap begini, ini anak saya, kalau saya ingin mengurangi screen time dia, saya juga mengurangi screen time saya. Di depan anak, jangan screen time dan lakukan dengan konsisten,” kata Wawan, sapaan akrabnya.

2. Mengurangi screen time sebelum tidur

Penggunaan gawai menjelang waktu tidur dapat memengaruhi kualitas istirahat anak. Paparan cahaya biru dari layar perangkat digital berpotensi mengganggu pola tidur.

Orang tua disarankan menetapkan aturan penggunaan gawai di luar kamar agar ruang tidur benar-benar digunakan untuk beristirahat.

3. Makan bersama tanpa gawai

Waktu makan dapat dimanfaatkan untuk membangun kebiasaan berinteraksi tanpa layar. Anak didorong fokus pada makanan dan percakapan keluarga.

Orang tua juga dapat mengajak anak menyiapkan menu atau memilih makanan bersama, lalu makan bersama anggota keluarga tanpa menggunakan ponsel.

4. Memperhatikan aktivitas anak saat menggunakan gadget

Wawan menyarankan orang tua memahami terlebih dahulu kegiatan anak ketika menggunakan perangkat digital. Cara ini membantu orang tua mengetahui minat anak sebelum memberikan pembatasan.

“Anak ngapain? Main game? Buka media sosial? Supaya kita tidak asal melarang, jadi tahu oh anak suka ini. Selain membatasi waktu mengakses, kenalkan anak dengan media bermain yang lain,” katanya.

Ia juga menyarankan agar keluarga menyiapkan alternatif kegiatan, seperti olahraga bersama, memasak, atau aktivitas permainan di luar rumah.

5. Memberikan pujian ketika anak mematuhi aturan

Anak yang mengikuti aturan penggunaan gawai perlu mendapatkan apresiasi dari orang tua. Pujian sederhana dapat mendorong anak mempertahankan kebiasaan tersebut.

“Tetapi ini dengan catatan, Anda sudah meregulasi screen time Anda sendiri. Taruh HP Anda. Kalau Anda beritahu anak ini itu dan sedang pegang HP, anak sulit terima,” ujar Wawan.

6. Menggunakan metode time out

Metode ini dilakukan dengan memberikan batas waktu penggunaan gawai setiap hari. Misalnya anak diberikan satu jam screen time.

Orang tua disarankan memberi pengingat sebelum waktu habis, misalnya 15 menit sebelumnya, agar anak dapat bersiap menghentikan penggunaan gawai tanpa konflik.

Ikuti dan baca artikel kami lainnya di Google News.