Kiai Maman Desak Aparat Usut Tuntas Teror Air Keras terhadap Aktivis KontraS

Anggota Komisi VIII DPR RI, Dr. KH Maman Imanulhaq. Foto: IST

Ikhbar.com: Board Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Dr. KH Maman Imanulhaq mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas aksi penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus. Ia menilai peristiwa tersebut sebagai teror serius terhadap para pembela hak asasi manusia di Indonesia.

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Mizan Majalengka itu menyampaikan kecaman keras atas serangan yang menimpa Wakil Koordinator KontraS tersebut. Insiden penyiraman air keras dilaporkan terjadi di kawasan Jalan Salemba I Talang, Jakarta Pusat.

Menurut Kiai Maman, tindakan tersebut merupakan kekerasan brutal yang tidak hanya melukai korban secara fisik, tetapi juga memberi ancaman terhadap kebebasan sipil dan kehidupan demokrasi di Indonesia. Ia menilai serangan kepada aktivis kemanusiaan memiliki dampak luas karena berkaitan dengan ruang perjuangan hak asasi manusia.

“Saya mengutuk keras tindakan penyiraman air keras terhadap saudara Andrie Yunus. Ini adalah aksi teror yang keji, biadab, dan tidak berperikemanusiaan. Serangan terhadap aktivis kemanusiaan adalah serangan terhadap demokrasi itu sendiri,” tegas Kiai yang juga anggota Komisi VIII DPR RI itu pada Jumat, 13 Maret 2026.

Baca: Kiai Maman Desak Pemerintah Percepat Pencairan Dana Haji Khusus 2026

Ia menilai Andrie Yunus selama ini dikenal sebagai aktivis yang konsisten memperjuangkan hak asasi manusia serta mendampingi korban kekerasan. Karena itu, serangan terhadap dirinya harus dipahami sebagai ancaman terhadap gerakan pembelaan HAM di Indonesia.

Kiai Maman juga meminta aparat penegak hukum bekerja cepat dan profesional untuk mengungkap pelaku serta motif di balik peristiwa tersebut. Ia menekankan pentingnya proses hukum yang transparan agar publik memperoleh kejelasan mengenai aktor yang terlibat.

“Aparat penegak hukum harus bergerak cepat, serius, dan transparan untuk mengungkap pelaku serta motif di balik serangan ini. Negara tidak boleh kalah oleh tindakan teror yang membungkam suara keadilan. Pelaku lapangan harus ditangkap, tetapi yang lebih penting adalah mengungkap siapa aktor di belakang serangan ini. Negara tidak boleh tunduk pada teror terhadap pembela HAM,” imbuhnya.

Sebagai anggota Dewan Pembina KontraS, Kiai Maman menyampaikan solidaritas kepada Andrie Yunus serta para aktivis yang terus memperjuangkan nilai kemanusiaan dan keadilan. Ia menegaskan perlindungan terhadap pembela hak asasi manusia merupakan tanggung jawab negara dalam menjaga praktik demokrasi.

“Negara wajib memastikan bahwa para pembela HAM dapat bekerja tanpa intimidasi dan kekerasan. Jika serangan seperti ini dibiarkan, maka kita sedang membuka pintu bagi kemunduran demokrasi,” kata Kiai Maman.

Ia juga mengajak masyarakat sipil untuk bersama menjaga ruang demokrasi dari berbagai bentuk kekerasan maupun intimidasi terhadap pembela hak asasi manusia.

“Kita semua harus berdiri bersama melawan kekerasan. Indonesia harus tetap menjadi ruang yang aman bagi para pejuang kemanusiaan dan pembela hak asasi manusia,” pungkasnya.

Ikuti dan baca artikel kami lainnya di Google News.