Cara agar Indonesia Tembus 5 Besar Ekonomi Dunia menurut Prof. Rokhmin

Anggota Komisi IV DPR RI, Prof. Dr. Ir. H. Rokhmin Dahuri. Foto: DPR RI

Ikhbar.com: Pakar kelautan dan ekonomi sumber daya, Prof. Dr. Ir. H. Rokhmin Dahuri menyebut bahwa target Indonesia menjadi lima besar ekonomi dunia pada 2045 dengan pendapatan per kapita 33.000 USD membutuhkan akselerasi pertumbuhan ekonomi yang konsisten dan kerja kolektif seluruh elemen bangsa.

Menurut Prof. Rokhmin, indikator negara berpendapatan tinggi telah ditetapkan secara jelas oleh Bank Dunia. Negara dikategorikan maju apabila pendapatan per kapita penduduknya melampaui 14.000 USD tahun.

“Definisi negara kaya atau berpendapatan tinggi atau high income country itu sudah sangat jelas sudah sangat exact ya yang didefinisikan oleh Bank Dunia, yaitu suatu negara dikatakan sudah maju makmur atau apabila pendapatan per kapita rakyatnya itu lebih besar dari 14.000 USD per orang per tahun,” ujar Prof. Rokhmin dikutip dari Spotify Radio Elshinta pada Ahad, 22 Februari 2026.

Baca: 3 Kunci Kesejahteraan Nelayan menurut Prof. Rokhmin

“Nah saat ini baru saja diumumkan oleh Bank Dunia Minggu lalu. Pendapatan rakyat Indonesia itu baru 5.000 USD per orang per tahun,” imbuhnya.

Ia membandingkan capaian Indonesia dengan negara tetangga di kawasan ASEAN. Thailand disebut telah mendekati 8.000 USD per kapita, sementara Malaysia hampir menyentuh 13.000 USD. Singapura berada di posisi tertinggi dengan sekitar 70.000 USD, disusul Brunei Darussalam yang mencapai sekitar 38.000 USD.

“Kalau kita ingin menyemangati diri Thailand ini yang potensi pembangunannya jauh lebih kecil dari kita sudah hampir 8.000 USD, tetangga jiran Malaysia itu sudah hampir 13.000 USD sekian, Singapura paling tinggi hampir 70.000 USD, Brunei Darussalam 38.000 USD. Jadi kembali atas dasar patokan itu, pemerintah dan rakyat benar-benar harus kompak,” katanya.

Menurutnya, kunci mencapai target tersebut terletak pada konsistensi kebijakan ekonomi dan disiplin dalam menjaga pertumbuhan. Ia menilai perencanaan yang disusun pemerintah bersama Bappenas dan Kementerian Keuangan sejak 2019 sudah berada pada arah yang tepat.

Ia memaparkan tahapan pertumbuhan ekonomi yang harus dicapai agar Indonesia keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah.

“Kalau kita ingin keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah menjadi negara maju dan makmur, maka pertumbuhan ekonomi 2025 harus 5 persen, dan alhamdulillah kita mencapai itu. Tahun 2026 harus 5,8 persen, 2027 harus 6,1 persen, 2028 harus 7 persen, dan 2029 harus 8 persen,” jelasnya.

Prof. Rokhmin menekankan bahwa capaian 2025 yang berada di kisaran 5,11% sudah melampaui target minimal, tetapi tetap membutuhkan percepatan. Ia menegaskan bahwa untuk mencapai pendapatan per kapita 33.000 USD pada 2045, pertumbuhan ekonomi nasional perlu stabil di kisaran 7% dalam jangka panjang.

“Dari sekarang sekitar 5.083 USD per kapita dengan target 33.000 USD per kapita pada tahun 2045, artinya butuh lompatan signifikan. Harapannya pertumbuhan bisa stabil pada 7% sampai 2045,” katanya.

Ia juga mengingatkan pentingnya sinergi antara pemerintah yang cerdas, bersih, dan bekerja keras dengan masyarakat yang produktif dan berdaya saing, agar target ekonomi 2045 dapat tercapai sesuai rencana pembangunan nasional.

Ikuti dan baca artikel kami lainnya di Google News.