Ikhbar.com: Ikhbar TV kembali menghadirkan program Sinikhbar | Siniar Ikhbar Spesial Ramadan dengan rangkaian tema yang edukatif dan inspiratif.
Tahun ini, Ikhbar TV berupaya menyajikan konten keislaman yang relevan dengan kebutuhan umat. Tema yang diangkat mencakup kesehatan, tadarus Al-Qur’an, serta nilai keteladanan selama bulan suci.
Executive Producer Sinikhbar, Shifwatussolihat, menjelaskan bahwa edisi Ramadan tahun ini dirancang dengan pendekatan kontekstual. Ia menuturkan, tim redaksi menyusun tema berdasarkan kebutuhan umat yang aktual.
“Kami ingin podcast ini menjadi ruang belajar yang ringan, tetapi tetap berbobot dan berdampak. Tema-tema yang kami pilih bukan hanya untuk didengar, tetapi juga diamalkan dalam kehidupan Ramadan,” ujar Shifwah, sapaan akrabnya, Kamis, 19 Februari 2026.
Ia menambahkan, kehadiran narasumber dari kalangan akademisi dan pengasuh pesantren diharapkan menghadirkan perspektif keilmuan sekaligus pengalaman praktis yang dekat dengan masyarakat.
“Serial tahun ini diawali dengan tema kesehatan terkait konsumsi takjil, dan diakhiri dengan pemaknaan keteladanan dalam perayaan Idulfitri,” katanya.
Baca: Ikhbar.com Rilis Buku Panduan Ramadan Berbasis Keluarga dan Sosial
Jadwal tayang
Serial podcast Sinikhbar edisi Ramadan diawali dengan pembahasan kesehatan konsumsi takjil. Ahli gizi sekaligus Wakil Ketua I Bidang Akademik Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) KHAS Kempek Cirebon, Ustazah Yuswati, akan membahasnya dalam tajuk “Seberapa Aman Menu Takjil Ramadan Kita?” pada Sabtu, 21 Februari 2026.
Pembahasan kemudian berlanjut pada tadarus Al-Qur’an dengan menghadirkan Motivator Al-Qur’an dan Pengasuh Pondok Pesantren Dar Al Qur’an Tegalgubug Cirebon, KH Rifqiel Asyiq. Episode ini dijadwalkan tayang pada Sabtu, 28 Februari 2026, dengan tema “Mendaras Kebiasaan Tadarus Al-Qur’an.”
Nuansa Ramadan di dua lingkungan berbeda akan diangkat oleh KH Abdul Basith, pendakwah dan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Mubarokah Karangmangu Cirebon. Ia akan mengisi episode Sabtu, 7 Maret 2026, dengan tema “Beda Rasa Ramadan di Pesantren dan di Kota?”
Menjelang akhir Ramadan, Dr. KH Fahad Achmad Sadat, pendidik sekaligus Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Buntet Pesantren Cirebon, dijadwalkan hadir pada Sabtu, 14 Maret 2026. Episode ini mengangkat tema “Lebaran Hari Raya Keteladanan” yang menekankan pentingnya menjaga nilai akhlak setelah Ramadan.
“Semua episode akan tayang secara premiere di saluran YouTube Ikhbar TV, setiap Sabtu, pukul 20.00 WIB, selama Ramadan,” kata Shifwah.
Baca: Kiai Ahmad Zaini Dahlan: Buku ‘Peta Jalan Ramadan’ Bekal Literasi selama Bulan Suci
Dikemas multiformat
Sementara itu, Direktur Program Ikhbar TV sekaligus Pemimpin Redaksi Ikhbar.com, Ustaz Sofhal Adnan Al-Hafiz, menjelaskan bahwa serial dialog tersebut tidak didistribusikan dalam bentuk audiovisual saja.
“Selain tayang di YouTube, seperti biasa, kami juga mengolahnya dalam format teks berupa artikel yang terbit di Ikhbar.com,” ungkapnya.
Ustaz Sofhal juga menyinggung rencana jangka panjang. Ia menilai rangkaian episode kali ini layak dikembangkan menjadi buku, sebagaimana serial Sinikhbar tahun lalu.
“Saya harap ini akan menjadi lanjutan dari buku ‘Peta Jalan Ramadan’ di tahun depan,” katanya.

Sebelumnya, Tim Redaksi Ikhbar.com telah menerbitkan buku “Peta Jalan Ramadan: Menata Ibadah, Keluarga, hingga Kepedulian terhadap Sesama.” Buku tersebut disusun sebagai panduan dalam menjalani aktivitas dan memaknai ritual selama bulan suci secara terarah dan relevan dengan realitas sosial umat Islam.
“Peta Jalan Ramadan” merupakan hasil kerja editorial Tim Redaksi Ikhbar.com yang bersumber dari rangkaian diskusi edisi spesial Ramadan dalam program Sinikhbar di kanal YouTube Ikhbar TV. Gagasan yang sebelumnya disajikan dalam format audiovisual kemudian dirumuskan kembali menjadi naskah tertulis yang runtut, berbasis rujukan, dan mudah dipahami pembaca.
“Buku tersebut terkategori ke dalam enam bagian utama. Pembahasan diawali dengan wawasan manajemen tadarus Al-Qur’an, dilanjutkan pemaknaan puasa dari perspektif tasawuf, tips menjaga kesehatan fisik dan mental selama Ramadan, serta peran keluarga sebagai ruang pembelajaran nilai,” terangnya.
“Peta Jalan Ramadan” juga membahas sikap keberagamaan dalam menyikapi perbedaan, termasuk persoalan rukyat dan hisab, serta refleksi Lebaran sebagai peristiwa sosial.
“Buku sudah bisa didapatkan di Ikhbar.com,” jelasnya.