Ikhbar.com: Pimpinan Cabang Fatayat NU Kabupaten Cirebon kembali menggelar program Kuliah Ramadan (Kurma) 1447 H/2026 dengan konsep yang lebih komprehensif. Kegiatan ini akan disiarkan secara langsung melalui Facebook resmi Fatayat NU Kabupaten Cirebon sepanjang bulan Ramadan.
Program Kurma 2026 terbagi dalam dua sesi utama. Semaan Al-Qur’an dilaksanakan mulai 6 hingga 20 Ramadan setiap pukul 09.00 WIB. Sementara itu, kajian kitab fikih dan akhlak tasawuf digelar pada 2 hingga 22 Ramadan 1447 H setiap pukul 14.00 WIB.
Ketua terpilih Fatayat NU Kabupaten Cirebon, Ny. Hj. Najhah Barnamij menegaskan bahwa terdapat sejumlah pembaruan dalam Kurma tahun ini.
“Perbedaan Kurma sebelumnya ada pada dua hal utama. Pertama, kitab yang dikaji mencakup dua fan sekaligus, yakni fiqih dan akhlak tasawuf. Kedua, narasumber Kurma melibatkan 20 orang nyai pengasuh pesantren dengan banyak wajah baru dan rentang usia yang berbeda-beda,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa pelibatan lebih banyak ulama perempuan menjadi bagian dari komitmen organisasi dalam memperluas ruang dakwah berbasis pesantren.

Menurutnya, kehadiran para nyai dari latar belakang dan generasi yang beragam diharapkan dapat memperkaya perspektif keilmuan serta menjangkau jamaah yang lebih luas.
Rangkaian ngaji kitab tersebut akan diisi 20 nyai pengasuh pesantren, di antaranya Nyai Tasyrifah, Nyai Najhah Barnamij, Nyai Aisyah Nurhayati Kriyani, Nyai Awanillah Amva, Nyai Naili Hanani, Nyai Tho’ah Ja’far, Nyai Aqielah Ja’far, Nyai Qonitha, Nyai Maryam Azizi, Nyai Himmatul Ulya, Nyai Zaenab Mahmudah, Nyai Inas Savitri Virzatina, Nyai Qumil Laila, Nyai Laily Rahmat, Nyai Rona Alyfah, Nyai Shihhah Afiyah, Nyai Siti Habibatul Azizah, Nyai Royya Nahriyyah, Nyai Salsa, dan Nyai Qurrotul Aini.
Baca: Nyai Muda Najhah Barnamij Pimpin Fatayat NU Kabupaten Cirebon
Dalam keterangannya, Ketua terpilih tersebut menyampaikan bahwa pemilihan dua fan kitab sekaligus dimaksudkan untuk menghadirkan keseimbangan antara pemahaman hukum Islam dan pembinaan spiritual.
Ia menjelaskan bahwa fikih akan memperkuat pemahaman praktik ibadah, sementara akhlak tasawuf membangun dimensi batin dan karakter selama Ramadan.
Program yang disiarkan secara live streaming ini dinilai sebagai langkah adaptif Fatayat NU Kabupaten Cirebon dalam memanfaatkan platform digital.
Pihak panitia berharap masyarakat, khususnya perempuan dan generasi muda, dapat mengikuti rangkaian Kurma secara konsisten selama bulan suci.
Dengan konsep baru dan kolaborasi lintas generasi ulama perempuan, Kurma 1447 H diharapkan menjadi ruang penguatan tradisi keilmuan pesantren sekaligus momentum peningkatan kualitas ibadah dan spiritualitas umat selama Ramadan.