Sambut Ramadan, Nyai Tho’ah Ja’far Soroti Kesiapan Ibadah dan Keluarga

Anggota Dewan Pengasuh Pondok Pesantren KHAS Kempek Cirebon, Ny. Hj. Tho'ah Ja'far (kiri), saat menjadi pembicara dalam Launching Buku 'Peta Jalan Ramdan' dan Munggahan Puasa 1447 H di Pondok Pesantren Ketitang Cirebon, Sabtu, 14 Februari 2026. IKHBAR/Doh

Ikhbar.com: Anggota Dewan Pengasuh Pondok Pesantren KHAS Kempek Cirebon, Ny. Hj. Tho’ah Ja’far, mengingatkan pentingnya kesiapan spiritual dan manajerial menjelang bulan suci Ramadan. Persiapan tersebut dinilai krusial agar ibadah puasa tidak berhenti sebagai rutinitas tahunan, melainkan menjadi momentum peningkatan iman dan ketakwaan.

Menurut Bunda Tho’ah, sapaan karibnya, setiap Muslim perlu menata diri sebelum memasuki Ramadan. Puasa tidak cukup dijalankan sebagai kebiasaan, tetapi perlu disambut dengan hati gembira dan kesadaran penuh.

“Ibadah puasa bukan hanya rutinitas tahunan yang dijalankan hanya dengan hati biasa, melainkan dengan hati gembira,” ujarnya dalam gelaran Launching Buku ‘Peta Jalan Ramadan‘ dan Munggahan Puasa 1447 H di Pondok Pesantren Ketitang Cirebon, Sabtu, 14 Februari 2026.

Baca: Kiai Ahmad Zaini Dahlan: Buku ‘Peta Jalan Ramadan’ Bekal Literasi selama Bulan Suci

Di sisi lain, Ramadan juga menghadirkan tantangan di lingkungan keluarga. Peran ibu rumah tangga memikul tanggung jawab menjaga kualitas ibadah sekaligus mengatur kebutuhan rumah selama bulan puasa. Pengelolaan waktu antara sahur, berbuka, dan aktivitas domestik menjadi perhatian penting.

“Meski Ramadan hadir di setiap tahun, tapi rasa-rasanya kita perlu menyiapkan dengan baik bersama keluarga agar ibadah yang akan dijalani bisa berjalan dengan lancar dan lebih bermakna,” ujarnya.

Bunda Tho’ah menambahkan, tidak hanya ibu, orang tua harus sama-sama mengatur dan menyiapkan kebutuhan sahur dan berbuka secara terencana. Pada saat yang sama, mereka juga berkewajiban membimbing anak agar tetap disiplin menjalankan ibadah.

Pengawasan penggunaan gawai juga menjadi perhatian. Anak yang menempuh pendidikan di pesantren terbiasa dengan aturan ketat. Namun, ketika pulang saat libur, kecenderungan langsung menggunakan gawai kerap muncul sebelum menyapa orang tua.

Baca: Ikhbar.com Rilis Buku Panduan Ramadan Berbasis Keluarga dan Sosial

“Dari sini orang tua bisa memberikan rambu-rambu dan aturan agar anak bisa menjadi anak yang bisa membagi waktu dan menata akhlaknya,” katanya.

Pendampingan orang tua dinilai penting agar Ramadan menjadi ruang pembentukan karakter di rumah. Puasa perlu dimanfaatkan untuk menumbuhkan disiplin, memperkuat adab, serta menjaga keseimbangan antara ibadah dan aktivitas harian.

Dia berharap kehadiran buku “Peta Jalan Ramadan: Menata Ibadah, Keluarga, hingga Kepedulian terhadap Sesama” membantu keluarga Muslim menata praktik ibadah secara lebih terarah.

“Harapannya, dengan buku ini semoga puasa kita lebih bermakna, lebih khusyuk dalam beribadah,” pungkas Bunda Tho’ah.

Ikuti dan baca artikel kami lainnya di Google News.