Prof. Rokhmin: Model Agro-maritim Aceh Jaya Bisa Jadi Blueprint Pembangunan Pesisir Nasional

Prof. Rokhmin saat menjadi pembicara dalam Seminar Pembangunan Agromaritim Aceh Jaya, Rabu, 11 Februari 2026. Dok IST

Ikhbar.com: Kabupaten Aceh Jaya, Provinsi Aceh, dinilai memiliki prasyarat kuat untuk dikembangkan sebagai model pembangunan agro-maritim terintegrasi yang dapat direplikasi di wilayah pesisir lain di Indonesia.

Anggota Komisi IV DPR RI, Prof. Dr. Ir. H. Rokhmin Dahuri, menilai kombinasi sumber daya kelautan, perikanan, serta basis ekonomi rakyat di daerah tersebut dapat menjadi fondasi sistem ekonomi pesisir yang modern dan berdaya saing.

Dalam Seminar Pembangunan Agromaritim Aceh Jaya yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Jaya di Aula Lantai 3 Sekretariat Daerah (Setda) pada Rabu, 11 Februari 2026, Prof. Rokhmin menekankan perlunya perubahan struktur ekonomi daerah.

“Transformasi struktural ekonomi perlu diarahkan dari ketergantungan pada penjualan bahan mentah berbasis sumber daya alam menuju penguatan inovasi dan pengembangan industri manufaktur,” katanya.

Baca: Jadi Kunci Indonesia Emas 2045, Ini Definisi ‘Karbon Biru’ menurut Prof. Rokhmin Dahuri

Prof. Rokhmin memaparkan nilai ekonomi 11 sektor ekonomi biru Indonesia diperkirakan mencapai 1.348 miliar dolar AS per tahun. Perikanan budidaya serta sektor energi dan sumber daya mineral masing-masing bernilai 210 miliar dolar AS, industri dan jasa maritim 200 miliar dolar AS, bioteknologi kelautan 180 miliar dolar AS, serta pariwisata bahari 60 miliar dolar AS.

“Potensi tersebut belum tergarap optimal. Hal itu terlihat dari kontribusi ekonomi maritim terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional pada 2024 yang masih sekitar 7,6 persen,” katanya.

Menurut Menteri Kelautan dan Perikanan periode 2001-2004 itu, persoalan terletak pada desain pembangunan yang belum terintegrasi. Ia menawarkan pendekatan sistem yang menghubungkan subsistem produksi, industri pengolahan, distribusi, serta pemasaran dalam satu kebijakan kawasan yang terpadu.

Aceh Jaya yang memiliki basis perikanan tangkap, budidaya tambak, dan ruang pengembangan industri dinilai berpeluang membangun klaster agro-maritim terpadu. Model tersebut mencakup peningkatan produktivitas hingga batas maximum sustainable yield (MSY), pembangunan industri pengolahan modern, penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah, serta dukungan logistik dan akses pasar.

Baca: Prof. Rokhmin: Tanpa Tata Kelola Kuat, Potensi Karbon Biru Indonesia Terancam Gagal!

Prof. Rokhmin menegaskan keberhasilan model tersebut sangat ditentukan kualitas perencanaan.

A good plan determines 50 percent of the success of any development program. Perencanaan yang baik menentukan 50 persen keberhasilan setiap program pembangunan,” katanya.

“Jika Aceh Jaya konsisten membangun sistem yang terintegrasi, daerah ini dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi serta pendapatan masyarakat pesisir dan menjadi rujukan nasional dalam pembangunan pesisir berbasis agro-maritim berkelanjutan,”  pungkas pakar kelautan dan perikanan tersebut.

Ikuti dan baca artikel kami lainnya di Google News.