Jelang Ramadan, Hindari Beli Kurma dari Israel

Ilustrasi kurma. Foto: SHUTTERSTOCK/BRENT HOFACKER

Ikhbar.com: Founder Halal Corner Indonesia, Aisha Maharani menghimbau umat Muslim untuk tidak membeli kurma yang terafiliasi Israel menjelang Ramadan. Ajakan tersebut disampaikan sebagai bentuk kehati-hatian konsumsi sekaligus kepedulian terhadap isu kemanusiaan Palestina, mengingat kurma menjadi salah satu makanan yang identik dengan berbuka puasa.

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Aisha mengingatkan bahwa Ramadan selalu diiringi dengan meningkatnya konsumsi kurma di kalangan umat Islam. Namun, ia meminta masyarakat lebih selektif dalam memilih produk yang beredar di pasaran.

“Tapi sebagai Muslim peduli Palestina, wajib waspada untuk merek-merek kurma yang berasal dari perusahaan Israel dilansir dari laman aweea.com,” tulis Aisha pada Senin, 9 Februari 2026.

Baca: Sudah Masuk Akhir Sya’ban, Masih Bisakah Bayar Utang Puasa Ramadan?

Aisha memaparkan sejumlah merek kurma yang kerap masuk dalam daftar kampanye boikot karena disebut memiliki keterkaitan dengan produsen atau eksportir Israel. Daftar tersebut, menurutnya, bersumber dari berbagai referensi gerakan boikot yang diperbarui secara berkala. Merek-merek yang sering disebut antara lain:

  • Hadiklaim (eksportir besar kurma dari Israel)
  • King Solomon
  • Jordan River
  • MyJool
  • Mehadrin
  • Carmel Agrexco
  • Delilah
  • Desert Diamond
  • Bomaja
  • Bonboniera
  • Star Dates
  • Sincerely Nuts
  • Food To Live
  • Navafresh
  • Urban Platter
  • Shams
  • Premium Medjoul
  • Fancy Medjoul
  • Red Sea
  • Royal Treasure
  • Karsten Farms
  • La Palma
  • Tamara Barhi

“Penyebutan ‘terafiliasi Israel’ idak selalu berarti seluruh merek tersebut beroperasi langsung dari Israel. Namun, banyak di antaranya tercantum dalam daftar boikot karena produk mereka diekspor atau ditangani oleh perusahaan Israel, seperti Hadiklaim dan Carmel Agrexco, serta memiliki keterangan asal produk tertentu,” jelasnya.

Menurut Aisha, beberapa produk juga dilaporkan mencantumkan label seperti Product of Israel, West Bank, atau Jordan Valley, sehingga masuk dalam pemantauan kampanye boikot. Selain itu, sejumlah supermarket internasional terkadang turut disebut bukan karena merupakan merek Israel, melainkan karena kurma yang dijual diimpor dari eksportir Israel.

Dalam catatannya, beberapa jaringan ritel besar seperti Marks & Spencer, Sainsbury, Morrisons, dan Waitrose pernah masuk dalam referensi kampanye boikot. Aisha menekankan bahwa daftar tersebut dapat berubah seiring pembaruan data dari berbagai sumber.

Ia mengimbau masyarakat untuk memeriksa label Country of Origin atau keterangan Product of pada kemasan, termasuk memperhatikan nomor barcode.

“Prefix 729 sering dikaitkan dengan Israel, meski tidak selalu menjadi penanda mutlak,” tegasnya.

Aisha juga mengingatkan bahwa label ‘Palestina’ pada produk tertentu bisa saja menutupi asal sebenarnya, sehingga pemeriksaan dokumen asal produk tetap diperlukan.

Ikuti dan baca artikel kami lainnya di Google News.