‘Try to Be the Best!’ Ini 3 Kiat Sukses dari Prof. Rokhmin untuk Pelajar Indonesia

Anggota Komisi IV DPR RI, Prof. Dr. Ir. H. Rokhmin Dahuri, dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di SMAN 7 Kota Cirebon, Jumat, 6 Februari 2026. Dok IST

Ikhbar.com: Pelajar Indonesia diminta tidak berhenti pada angan kesuksesan. Para pelajar didorong menyiapkan kapasitas diri melalui pembentukan karakter, etos kerja kuat, serta nilai kebangsaan yang kokoh.

Demikian disampaikan Anggota Komisi IV DPR RI, Prof. Dr. Ir. H. Rokhmin Dahuri, dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di SMAN 7 Kota Cirebon, Jumat, 6 Februari 2026. Agenda tersebut berlangsung bersamaan dengan pembukaan Latihan Kepemimpinan Dasar (LKD) OSIS serta kegiatan ekstrakurikuler sekolah.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Rokhmin menyampaikan tiga kiat meraih keberhasilan dunia dan akhirat berdasarkan pengalaman pribadi. Tips pertama menekankan dorongan agar pelajar berupaya menjadi yang terbaik sesuai bidang yang ditekuni.

Menurut Prof. Rokhmin, keberhasilan tumbuh melalui proses panjang yang ditopang kedisiplinan, perjuangan berkelanjutan, serta kesungguhan meningkatkan kualitas pribadi.

“Jika ingin berhasil, try to be the best! (berusahalah menjadi yang terbaik!),” ujar Prof. Rokhmin.

Baca: Prof. Rokhmin Sebut Empat Pilar MPR Berpengaruh pada Kualitas Kerja

Pesan tersebut mendorong pelajar berani menguji kemampuan diri, menghindari sikap cepat puas, serta memberi kontribusi maksimal bagi lingkungan sekitar.

Kiat kedua menyoroti pentingnya silaturahim dan jejaring pergaulan. Prof. Rokhmin memandang hubungan antarmanusia memiliki pengaruh besar terhadap perjalanan hidup. Silaturahim dipahami sebagai bagian dari ibadah yang membuka peluang rezeki, memperluas kesempatan, serta memperkuat solidaritas, terutama pada kehidupan yang menuntut kerja sama dan kepercayaan.

Kiat ketiga berkaitan dengan upaya menjaga kedekatan dengan Tuhan sesuai agama serta keyakinan masing-masing. Prof. Rokhmin menyampaikan bahwa kekuatan spiritual menjadi salah satu faktor penting yang menopang perjalanan hidupnya.

“Ketika kedekatan dengan Tuhan terjaga, jalan menuju keberhasilan dunia dan akhirat terbuka, sehingga kehidupan berjalan lebih terarah serta penuh keberkahan,” ujar Pembina Pondok Pesantren Al-Muflihin Gebang, Cirebon tersebut.

Pesan tersebut menegaskan perlunya keseimbangan antara usaha pribadi, relasi sosial, serta penguatan nilai keagamaan.

Kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI diikuti 150 siswa terpilih SMAN 7 Kota Cirebon dan dirancang sebagai landasan awal pembentukan kepemimpinan pelajar. Sosialisasi Empat Pilar menjadi bagian penting dalam LKD karena memadukan penguatan nilai kebangsaan dengan pembelajaran karakter yang relevan bagi kehidupan sekolah maupun organisasi siswa.

Baca: Prof. Rokhmin: Iman dan Takwa Kunci Sukses Dunia Akhirat

Dalam pemaparannya, Prof. Rokhmin menegaskan bahwa proses membangun bangsa menuntut pemahaman menyeluruh terhadap Empat Pilar Kebangsaan. Pancasila diposisikan sebagai dasar dan ideologi negara, UUD 1945 sebagai landasan konstitusi, NKRI sebagai bentuk negara sekaligus wadah kedaulatan, serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai perekat keberagaman. Keempat pilar tersebut dinilai perlu tercermin melalui perilaku sehari-hari generasi muda.

Nilai kebangsaan diarahkan membentuk warga negara beretos kerja unggul, berakhlak mulia, serta memiliki iman dan takwa kuat. Dari pribadi berkualitas diharapkan tumbuh kehidupan masyarakat yang saling menghargai perbedaan agama maupun keyakinan, patuh terhadap hukum, kritis serta aktif dalam demokrasi, menghidupkan semangat gotong royong, dan mengutamakan persatuan. Prof. Rokhmin menilai lingkungan sekolah memegang peran strategis dalam menanamkan nilai tersebut sejak usia dini.

Penguatan karakter generasi muda melalui dunia pendidikan dipandang sebagai bagian dari upaya menuju Indonesia Emas 2045. Cita-cita tersebut memerlukan kesiapan sumber daya manusia berintegritas, berwawasan kebangsaan, serta mampu memberi kontribusi nyata bagi kemajuan nasional.

Sebelumnya, acara dibuka melalui sambutan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Chandro Simanjuntak, yang menekankan bahwa LKD merupakan proses penting untuk melatih tanggung jawab, kedisiplinan, serta keberanian mengambil peran. Sambutan berikutnya disampaikan Pelaksana Tugas Kepala SMAN 7 Kota Cirebon, Limatul Azizah, yang mendorong peserta memanfaatkan kegiatan tersebut sebagai ruang pembelajaran melalui pengalaman langsung dari seorang tokoh nasional. Rangkaian pembukaan dilengkapi doa yang dipimpin Wawan Hermawan dengan dukungan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Agus Salim, serta jajaran pendidik SMAN 7 Kota Cirebon.

Ikuti dan baca artikel kami lainnya di Google News.