Ikhbar.com: Anggota Komisi VIII DPR RI, Dr. KH Maman Imanulhaq, turun langsung ke lokasi banjir di Desa Mulyasari, Kecamatan Pamanukan, Kabupaten Subang, untuk memastikan penanganan darurat berjalan optimal dan kebutuhan warga terdampak segera tertangani oleh negara.
Kehadiran Kiai Maman ditujukan untuk memastikan negara hadir secara nyata dalam situasi darurat bencana serta menjawab kebutuhan mendesak masyarakat di lapangan.
Dalam kunjungan tersebut, Kiai Maman melihat langsung dampak banjir yang mengganggu aktivitas warga, merendam sejumlah rumah, dan menyebabkan sebagian masyarakat harus mengungsi. Ia juga berdialog dengan warga terdampak guna menyerap aspirasi serta mencatat kebutuhan prioritas yang perlu segera ditangani.
Peninjauan lapangan ini dilakukan pada Kamis, 29 Januari 2026, dengan melibatkan sejumlah pemangku kepentingan. Kiai Maman didampingi Direktur Dukungan Sumber Daya Darurat (DSDD) BNPB Agus Riyanto beserta jajaran, serta tim dari BPBD Kabupaten Subang, sebagai bagian dari koordinasi penanganan bencana secara terpadu.
Baca: Kiai Maman Desak Pemerintah Percepat Pencairan Dana Haji Khusus 2026
Sebagai respons cepat atas kondisi darurat tersebut, bantuan kemanusiaan disalurkan kepada warga terdampak. Bantuan berupa sembako, matras, dan selimut diserahkan melalui Pesantren Al Kalam Pamanukan yang diasuh oleh KH Ahmad Faqot. Pesantren tersebut menjadi salah satu titik penyaluran bantuan sekaligus lokasi pengungsian sementara bagi warga.
Dalam kesempatan itu, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Mizan, Majalengka itu menegaskan peran strategis pesantren dalam situasi kebencanaan. Menurutnya, pesantren tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga menjadi pusat solidaritas sosial dan kemanusiaan ketika masyarakat menghadapi krisis.
“Negara harus hadir secara nyata saat rakyat tertimpa musibah. Bantuan ini mungkin tidak sepenuhnya menggantikan kerugian warga, tetapi ini adalah bentuk kepedulian dan tanggung jawab bersama,” ujar Kiai Maman.
Sementara itu, Direktur DSDD BNPB, Agus Riyanto menyampaikan bahwa BNPB terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta berbagai pihak terkait untuk memastikan kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi. Selain itu, langkah-langkah pemulihan pascabencana juga mulai disiapkan secara bertahap.
“Kunjungan ini diharapkan dapat mempercepat penanganan bencana sekaligus menguatkan semangat gotong royong antara pemerintah, pesantren, dan masyarakat,” kata Agus.