Ikhbar.com: Petugas Haji 2026 dari kalangan perempuan mencatatkan capaian penting dengan proporsi mencapai 33% dari total petugas yang disiapkan pemerintah.
Angka ini menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah penyelenggaraan ibadah haji Indonesia dan dinilai sebagai langkah maju dalam penguatan layanan berbasis kebutuhan jemaah.
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Ny. Hj. Arifah Fauzi menyampaikan apresiasi atas peningkatan signifikan keterlibatan perempuan dalam kepetugasan haji tahun 2026.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi kabar menggembirakan, khususnya dalam upaya menghadirkan layanan yang lebih responsif bagi jemaah perempuan.
Baca: Kemenhaj: Petugas Haji 2026 Perempuan Capai 33,2 Persen
“Alhamdulillah tahun ini ada 33 persen petugas haji perempuan, ini jumlah terbesar selama sejarah penyelenggaraan haji di Indonesia. Jadi ini kebahagiaan luar biasa bagi saya khususnya sebagai Menteri PPPA,” kata Ny. Arifah di Asrama Haji, Jakarta pada Kamis, 29 Januari 2026.
Ny. Arifah menjelaskan, keberadaan petugas haji perempuan sangat dibutuhkan seiring dominannya jumlah jamaah perempuan, terutama dari kelompok lanjut usia. Pengalaman penyelenggaraan haji sebelumnya menunjukkan perlunya keseimbangan jumlah petugas agar pelayanan terhadap jamaah perempuan dapat berjalan optimal.
“Ada beberapa masukan yang kami sampaikan sebagai catatan kami di tahun 2025. Salah satunya adalah jumlah petugas haji perempuan yang belum mencukupi untuk bisa melayani jamaah-jamaah haji perempuan yang waktu itu kebanyakan lansia. Waktu itu saya nawarinya 50 persen (petugas haji perempuan), tapi nampaknya belum bisa dipenuhi, karena kalau kita lihat jumlah jamaah haji perempuan sekarang kan ada di 55,4 persen,” ujarnya.
Dalam arahannya, ia juga menekankan pentingnya pendekatan empati dalam pelayanan haji. Ia mengingatkan para petugas agar mampu beradaptasi dengan kebutuhan jemaah, memberikan perlindungan, serta menunjukkan kepekaan sosial selama bertugas di Tanah Suci.
Ia menegaskan, petugas haji merupakan representasi kehadiran negara di tengah jemaah. Karena itu, kualitas penyelenggaraan haji Indonesia sangat ditentukan oleh sikap, sensitivitas, dan keberpihakan petugas di lapangan.
“Yang penting adalah pelayanan berangkat dari hati, empati, dan memperhatikan kebutuhan spesifik perempuan, yang itu tidak bisa dilakukan oleh petugas laki-laki,” katanya.
Data penyelenggaraan haji menunjukkan, jumlah jemaah haji Indonesia pada 2025 mencapai 203.149 orang. Dari total tersebut, sebanyak 112.838 jemaah atau sekitar 55,54% merupakan perempuan, sedangkan 90.311 orang atau 44,46 persen adalah laki-laki.
Dari sisi usia, tercatat 44.085 jemaah lansia berusia 65 tahun ke atas dengan komposisi 22.909 perempuan dan 21.176 laki-laki. Rentang usia jemaah juga sangat beragam, mulai dari 17 tahun hingga 108 tahun, termasuk jemaah anak-anak yang mendampingi keluarga serta kelompok penyandang disabilitas.