Ikhbar.com: Pengasuh Pondok Pesantren Al-Mizan Majalengka, Dr. KH Maman Imanul haq, memberikan apresiasi atas pelaksanaan program revitalisasi 59 satuan pendidikan yang digulirkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.
Kiai Maman menilai, program tersebut mampu memperkuat kualitas pendidikan, khususnya di lingkungan pesantren dan sekolah berbasis masyarakat.
Apresiasi itu disampaikan menyusul peresmian program revitalisasi satuan pendidikan oleh Mendikdasmen, KH Abdul Mu’ti, yang digelar di dua lokasi, yakni kompleks Yayasan Al-Mizan Jatiwangi serta SMP Negeri 1 Jatiwangi, Selasa, 20 Januari 2026.
Di lingkungan Yayasan Al-Mizan, Mendikdasmen meresmikan hasil revitalisasi TK Al-Mizan dan SMK Al Ma’arif. Sementara itu, peresmian di SMP Negeri 1 Jatiwangi mencakup 57 satuan pendidikan lainnya, terdiri atas PAUD, SD, SMP, SMA, SMK, hingga SLB yang tersebar di wilayah Kabupaten Majalengka.

Lebih lanjut, Kiai Maman menilai kehadiran Mendikdasmen di kawasan pesantren Al-Mizan memiliki makna strategis bagi penguatan pendidikan berbasis keagamaan.
Ia menyebut program revitalisasi tidak hanya berdampak pada fisik bangunan sekolah, tetapi juga menjadi dorongan moral bagi lembaga pendidikan untuk terus meningkatkan mutu pembelajaran.
Baca: 3 Jalan Keselamatan menurut Kiai Maman
“Pendidikan adalah jalan peradaban. Pesantren harus terus berbenah agar mampu melahirkan generasi berilmu, berakhlak, dan siap menghadapi tantangan zaman,” ujar Kiai Maman.
Ia menegaskan, seluruh unit pendidikan di bawah naungan Al-Mizan, mulai dari TK, SDIT, MTs, SMA, SMK, hingga PKBM, mengusung visi sebagai sekolah unggulan berbasis pesantren.
Menurutnya, program revitalisasi dari Kemendikdasmen sangat membantu menciptakan lingkungan belajar yang aman, bersih, dan kondusif bagi perkembangan peserta didik.
Sementara itu, Mendikdasmen, KH Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa revitalisasi satuan pendidikan merupakan bagian dari upaya pemerintah menghadirkan layanan pendidikan yang bermutu dan inklusif.
“Program ini dirancang untuk memastikan peserta didik belajar di ruang yang layak dan mendukung tumbuh kembang secara optimal,” katanya.
Pemerintah daerah juga menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program tersebut. Wakil Bupati Majalengka, Dena Muhamad Ramadhan, menilai skema swakelola dalam revitalisasi sekolah mendorong partisipasi masyarakat sekaligus memberi dampak positif bagi perekonomian lokal.
Bagi KH Maman Imanul Haq, dukungan Kemendikdasmen melalui program revitalisasi sekolah menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan pesantren dalam mewujudkan amanat konstitusi, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa.