Download Logo Harlah 1 Abad NU versi Masehi

Logo Harlah 1 Abad NU versi Masehi. Foto: Dok. PBNU

Ikhbar.com: Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) meluncurkan logo Harlah Ke-100 NU versi Masehi sebagai identitas resmi peringatan satu abad perjalanan jam’iyyah Nahdlatul Ulama dalam kalender Masehi. Logo ini menjadi penanda visual tema besar Harlah NU Masehi 2026 yang menegaskan peran NU dalam mengawal Indonesia merdeka menuju peradaban yang mulia.

Peluncuran logo sekaligus tema Harlah Ke-100 NU Masehi tersebut disampaikan Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, dalam rangkaian Khatmil Quran dan Istigotsah Harlah Ke-100 NU yang digelar di Lobi Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, Senin, 5 Januari 2026.

“Ini tagline yang disepakati dalam rapat gabungan pada bulan Agustus 2025 yang lalu,” ujar Gus Yahya saat memberikan sambutan.

Baca: Potret Gus Yahya, Gus Ipul, dan Rais Aam PBNU Makan Bareng, Bahas Muktamar?

Ia menjelaskan, tema Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Mulia merupakan kelanjutan dari visi besar NU, yakni membangun peradaban, yang sejak awal menjadi cita-cita berdirinya jam’iyah. Tema ini juga dirangkai secara berkesinambungan dengan semangat Harlah 1 Abad NU versi Hijriah.

“Oleh sebab itu, PBNU memulai dengan tagline Merawat Jagat Membangun Peradaban karena kita memahami bahwa jam’iyyah ini didirikan dengan visi untuk membangun peradaban. Itu berarti bukan hanya untuk bangsa Indonesia saja, bukan hanya untuk kaum mu’minin, tapi juga untuk seluruh umat manusia,” jelasnya.

Menurut Gus Yahya, upaya membangun peradaban memiliki tujuan akhir, yakni menghadirkan peradaban yang mulia bagi seluruh umat manusia.

“Maka kita semua harus menghidupkan di dalam pikiran dan hati kita cita-cita peradaban yang mulia ini untuk seluruh umat manusia,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya persatuan sebagai fondasi utama perjuangan NU. Soliditas organisasi, kata Gus Yahya, menjadi syarat mutlak agar gerak perjuangan berjalan kuat dan berkesinambungan.

“Dan tidak ada pilihan menjadi barisan perjuangan yang kuat selain kita harus bersatu,” tegasnya.

Gus Yahya turut menjelaskan bahwa berdasarkan hasil Muktamar ke-32 NU di Makassar, peringatan Harlah NU pada prinsipnya menggunakan penanggalan Hijriah. Namun, untuk memudahkan pemahaman masyarakat internasional, NU juga menggunakan penanggalan Masehi.

“Kita juga akan menyelenggarakan selamatan 100 tahun Nahdlatul Ulama menurut kalender masehi, insyaallah, nanti pada tanggal 31 Januari karena Nahdlatul Ulama didirikan pada tanggal 16 Rajab 1344 bertepatan dengan 31 Januari 1926,” ujarnya.

Peringatan Harlah 1 Abad NU versi Masehi direncanakan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada Sabtu, 31 Januari 2026.

“Kita insyaallah akan selenggarakan selamatan juga mudah-mudahan bisa cukup besar walaupun tidak sebesar peringatan 1 Abad tahun 1444 di Sidoarjo yang dihadiri mungkin sampai 4 juta orang pada waktu itu. Insyaallah kita akan selenggarakan selamatan di Gelora Bung Karno, insyaallah,” kata Gus Yahya.

Filosofi Logo

Logo Harlah 1 Abad versi Masehi 2026 memuat filosofi perjalanan bangsa dan peran NU dalam sejarah Indonesia. Angka 100 melambangkan satu abad perjalanan Indonesia sebagai bangsa yang merdeka, matang, dan berpengalaman menghadapi dinamika zaman. Seratus tahun dimaknai sebagai simbol kematangan, refleksi, dan tonggak sejarah besar, dengan bentuk solid yang menunjukkan keteguhan bangsa.

Angka 1 merepresentasikan fondasi awal kemerdekaan yang berakar pada nilai moral, spiritualitas, harapan, dan pertumbuhan. Warna hijau mencerminkan keberlanjutan serta komitmen menjaga nilai luhur bangsa, sekaligus melambangkan awal perjuangan dan fondasi moral-spiritual Indonesia merdeka.

Sementara itu, angka 00 melambangkan kejayaan, kemuliaan, dan capaian peradaban. Warna emas merepresentasikan tujuan besar Indonesia menuju bangsa yang unggul, bermartabat, dan berkelas di tingkat global. Dua angka nol berwarna emas menandakan hasil dari perjalanan panjang bangsa, cita-cita masa depan yang unggul, serta makna kesempurnaan dan kesinambungan.

Bentuk logo yang membulat dan solid menggambarkan kesinambungan, persatuan, serta kekokohan bangsa dalam merajut masa lalu, masa kini, dan masa depan. Secara keseluruhan, warna emas melambangkan kejayaan, kemuliaan, prestasi, dan peradaban tinggi, sedangkan warna hijau mencerminkan harapan, pertumbuhan, keberlanjutan, serta nilai religius dan moral yang kontekstual dengan Indonesia.

Download Logo Harlah 1 Abad NU

Ikuti dan baca artikel kami lainnya di Google News.