Ikhbar.com: Pengurus Pusat (PP) Gerakan Pemuda (GP) Ansor menggelar Anugerah Kemanusiaan Riyanto Award 2025. Kegiatan tersebut berlangsung di Halaman Masjid Syarif Abdurachman, kompleks Makam Sunan Gunung Jati, Cirebon, Jawa Barat, Selasa, 23 Desember 2025.
Anugerah ini diberikan sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi, keberanian moral, serta konsistensi individu dan komunitas dalam memperjuangkan nilai kemanusiaan, keadilan sosial, dan perdamaian.
Riyanto Award merepresentasikan semangat pengabdian almarhum Riyanto, anggota Banser yang gugur saat menjalankan tugas kemanusiaan.
Kategori Banser
Akhmad Gozali (Banser Kalimantan Selatan)
Aktif sebagai relawan dan aktivis yang secara konsisten memperjuangkan kelestarian kawasan Meratus, tidak hanya sebagai bentang alam, tetapi juga sebagai ruang hidup, nilai budaya, dan warisan kemanusiaan.
Melalui gerakan Save Meratus, ia menguatkan kesadaran publik, merawat budaya lokal, serta membangun solidaritas warga dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan komunitas adat.
Kolil (Banser Kabupaten Malang)
Mendedikasikan peran pada perlindungan lingkungan hidup di kawasan dalam dan luar hutan, sekaligus memperkuat keberlanjutan sektor pertanian sebagai penopang kehidupan masyarakat. Kontribusinya menghadirkan praktik pengelolaan lingkungan yang berpihak pada keseimbangan alam dan keberlanjutan sosial.
Pengukir Gading (Banser Bali)
Dikenal sebagai penjaga nilai seni dan tradisi, sekaligus relawan kemanusiaan yang hadir di tengah situasi krisis dan kebencanaan. Bergerak dari Bali, ia mengabdikan diri melalui kepedulian, kehadiran langsung, dan aksi nyata bagi sesama.
Empur (Banser Kabupaten Bandung)
Mengabdikan diri sebagai guru ngaji dengan menanamkan nilai keimanan, akhlak, dan kemanusiaan kepada generasi muda. Melalui pengajaran yang konsisten dan penuh kesabaran, ia menjaga keberlanjutan pendidikan keagamaan yang menumbuhkan karakter.
Kasman (Banser Kabupaten Kebumen)
Menjalankan peran sebagai penjaga pantai sekaligus relawan di kawasan pesisir. Kesiapsiagaan, keberanian, dan kepedulian menjadi bagian dari pengabdian sehari-hari dalam menjaga keselamatan warga dan pengunjung.
Agustiya Deni (Banser Surabaya)
Aktif melakukan kerja-kerja deradikalisasi melalui pendekatan dialog dan edukasi di lingkungan pondok pesantren dan komunitas. Kontribusinya menghadirkan upaya persuasif dan berkelanjutan dalam merespons paham kekerasan berbasis ideologi.
M. Nur Akhwat (Banser Lampung)
Banser senior berusia 78 tahun yang secara konsisten memberi teladan, membagikan pengalaman, serta memotivasi generasi muda Banser untuk menjaga disiplin, loyalitas, dan komitmen pada kemanusiaan dan kebangsaan.
David Tri Hartono (Banser Banyumas)
Selama lebih dari 15 tahun hadir sebagai balantas sukarela di ruang publik. Dengan konsistensi, disiplin, dan keikhlasan, ia membantu mengatur lalu lintas demi keselamatan bersama.
Budi Raharjo (Banser Sleman, Yogyakarta)
Terlibat aktif sebagai relawan kemanusiaan dalam berbagai aksi sosial dan kebencanaan. Pengabdiannya dijalankan dengan ketulusan dan komitmen berkelanjutan dalam membantu masyarakat terdampak.
Kategori Umum
Hasbollah Toisuta
Ketua Yayasan Sombar Negeri Maluku yang aktif mengawal proses rekonsiliasi pascakonflik Ambon melalui pendampingan komunitas lintas agama, penguatan relasi sosial warga, serta pendidikan damai bagi generasi muda.
Pelita Padang
Komunitas sipil yang membangun ruang perjumpaan lintas iman, menggerakkan aksi-aksi kemanusiaan, serta memperkuat jejaring warga dalam merespons isu intoleransi dan kebencanaan.
AKP Yuliyanto
Kapolsek Ngaglik, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang mengedepankan dialog dan toleransi sebagai fondasi strategi keamanan melalui pertemuan lintas agama dan penguatan kerja sama warga.
Penghargaan Khusus
Pihak panitia juga memberikan penghargaan secara khusus kepada keluarga almarhum Riyanto. Hal itu dibuktikan dengan pemberian piala khusus sebagai bentuk lifetime achievment atau prestasi seumur hidup.