Ikhbar.com: Pemerintah Arab Saudi memperkuat layanan ibadah melalui peluncuran Digital Mutawwir. Aplikasi berbasis teknologi ini dirancang untuk membantu jemaah menjalankan rangkaian ibadah di Masjidil Haram, Makkah secara lebih tertib, mudah, dan khusyuk.
Inovasi tersebut menjadi bagian dari upaya modernisasi layanan di kawasan Dua Masjid Suci yang setiap harinya dipadati jutaan jemaah dari berbagai negara.
Aplikasi Digital Mutawwir diperkenalkan Otoritas Umum untuk Pengurusan Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi sebagai solusi digital yang menyediakan panduan ibadah secara bertahap.
Kehadirannya diharapkan mampu menjawab tantangan kepadatan jemaah, perbedaan bahasa, serta kebutuhan bimbingan di area masjid yang sangat luas.
Baca: Arab Saudi Larang Jemaah ‘Rebahan’ di Masjidil Haram
“Digital Mutawwir dikembangkan layaknya pemandu ibadah virtual. Jemaah dapat mengakses panduan lengkap tata cara umrah, mulai dari thawaf hingga sa’i, yang dilengkapi doa-doa dalam format audio dan video,” tulis Otoritas Saudi dikutip dari Saudi Gazette pada Rabu, 17 Oktober 2025.
Vitur lainnya, aplikasi ini juga menyediakan penghitung elektronik untuk thawaf dan sa’i sehingga jemaah dapat memantau jumlah putaran secara akurat.
Selain panduan ibadah, fitur navigasi interaktif turut disematkan untuk membantu jemaah mengenali titik-titik penting di area Masjidil Haram. Fitur ini dinilai memudahkan mobilitas jemaah, terutama bagi lansia dan mereka yang baru pertama kali menunaikan umrah, sekaligus meminimalkan risiko tersesat di kawasan masjid yang kompleks.
Untuk menjangkau pengguna lintas negara, Digital Mutawwir mendukung tujuh bahasa. Otoritas setempat mengimbau jemaah mengakses layanan ini melalui platform resmi agar memperoleh pengalaman ibadah yang lebih nyaman dan terintegrasi dengan sistem layanan masjid.
Dalam tradisi haji dan umrah, mutawwir dikenal sebagai pemandu resmi yang membimbing pelaksanaan ibadah sekaligus membantu kebutuhan jemaah.
Secara harfiah, mutawwir berarti pembimbing thawaf, namun perannya berkembang sebagai pendamping spiritual, pengatur logistik, hingga penghubung komunikasi dengan otoritas setempat.
Kehadiran Digital Mutawwir menandai adaptasi peran tersebut ke ranah digital. Teknologi ini tidak menggantikan mutawwir secara langsung, melainkan melengkapi peran mereka agar jemaah memperoleh bimbingan yang konsisten, praktis, dan mudah diakses kapan pun diperlukan.
Melalui inovasi ini, Arab Saudi menegaskan komitmennya menghadirkan penyelenggaraan umrah yang tertib, aman, dan relevan dengan kebutuhan jemaah di era digital.