Ilmuwan Ciptakan Robot Medis Super Mini yang Bisa Masuk ke Tubuh Manusia

Penampakan robut super mini yang diklaim bisa masuk ke tubuh manusia untuk kebutuhan medis. Foto: PennU

Ikhbar.com: Ilmuwan dari Amerika Serikat (AS) berhasil mengembangkan robot medis super mini yang dirancang mampu masuk ke dalam tubuh manusia untuk mendukung berbagai kebutuhan medis.

Terobosan ini membuka peluang baru dalam dunia kedokteran, terutama untuk penanganan area tubuh yang selama ini sulit dijangkau melalui prosedur bedah konvensional.

Tim peneliti dari Universitas Pennsylvania dan Universitas Michigan mengungkapkan bahwa robot tersebut berukuran sub-milimeter dan telah dilengkapi komputer internal, motor, serta sensor.

Dengan ukuran yang lebih kecil dari sebutir garam, perangkat ini dikenal sebagai mikrorobot dan menjadi salah satu inovasi paling mutakhir di bidang robotika medis.

Riset ini dipublikasikan dalam jurnal Science Robotics pada Rabu, 8 Oktober 2025. Para peneliti menilai temuan ini dapat menjadi fondasi penting untuk pengembangan robot mikroskopis yang suatu hari nanti dapat disebarkan di dalam tubuh manusia, misalnya untuk memperbaiki jaringan yang rusak atau menyalurkan obat ke lokasi yang sulit dijangkau dokter bedah.

Baca: Di Inggris, Lansia Dirawat oleh Robot

“Ini adalah robot mungil pertama yang mampu merasakan, berpikir, dan bertindak,” kata salah satu penulis studi, Marc Miskin, asisten profesor teknik elektro di Universitas Pennsylvania.

Meski demikian, teknologi ini masih berada pada tahap awal pengembangan dan belum siap digunakan secara klinis.

Salah satu peneliti lainnya, David Blaauw, menilai pemanfaatan nyata robot ini masih memerlukan waktu.

“Tapi saya takkan terkejut jika dalam 10 tahun, kita akan memiliki kegunaan nyata untuk jenis robot ini,” ujarnya.

Pengembangan robot berukuran mikroskopis dengan kemampuan bergerak, merasakan lingkungan, serta mengambil keputusan secara mandiri bukan perkara mudah.

Selama ini, banyak mikrorobot bergantung pada kendali eksternal, yang membuat ukurannya bisa diperkecil tetapi mengorbankan kemampuan pemrosesan informasi. Akibatnya, robot tidak mampu merespons lingkungan secara dinamis dan hanya menjalankan perilaku yang telah diprogram.

Dalam skala mikron, atau sepersejuta meter, robot semacam ini dinilai memberi akses langsung ke unit terkecil sistem biologis manusia.

“Setiap makhluk hidup pada dasarnya adalah gabungan raksasa dari robot-robot berukuran 100 mikron,” jelas Miskin.

Secara tampilan, mikrorobot tersebut menyerupai mikrocip dan dibuat dari material yang umum digunakan dalam industri semikonduktor, seperti silikon, platinum, dan titanium. Seluruh komponen disegel dalam lapisan menyerupai kaca yang berfungsi melindungi robot dari cairan di sekitarnya.

Untuk sumber energi, robot ini memanfaatkan sel surya yang mengubah cahaya menjadi daya bagi komputer internal dan sistem propulsinya. Dengan mekanisme tersebut, robot dapat bergerak layaknya berenang.

Meski kecepatan komputasinya kurang dari seperseribu laptop modern, kemampuan itu dinilai cukup untuk merespons perubahan lingkungan, termasuk perbedaan suhu.

“Pada skala ini, ukuran dan kebutuhan daya robot sebanding dengan banyak mikroorganisme bersel tunggal,” tulis tim peneliti dalam laporan studi tersebut.

Keunggulan lain dari mikrorobot ini adalah kemampuannya berkomunikasi dengan operator manusia.

“Kami dapat mengirim pesan kepadanya memberitahukan apa yang kami ingin ia lakukan menggunakan laptop dan ia dapat mengirim pesan balik kepada kami untuk memberi tahu apa yang dilihatnya dan apa yang sedang dilakukannya,” ucap Miskin.

Ke depan, para ilmuwan menargetkan pengembangan komunikasi antar-mikrorobot agar dapat bekerja secara kolektif di dalam tubuh manusia.

“Jadi tujuan utama berikutnya adalah agar mereka dapat berkomunikasi satu sama lain,” kata Blaauw.

Ikuti dan baca artikel kami lainnya di Google News.