Saudi Batalkan Sejumlah Penerbangan Imbas Perang Iran-AS

Ilustrasi maskapai Saudia Airlines. Foto: Getty Images

Ikhbar.com: Arab Saudi membatalkan sejumlah penerbangan internasional menyusul eskalasi konflik Iran–Amerika Serikat (AS) yang berdampak pada keamanan kawasan dan penutupan sejumlah jalur udara.

Kebijakan tersebut diberlakukan maskapai nasional, Saudia Airlines, sebagai langkah menjaga keselamatan operasional penerbangan.

Pengumuman pembatalan disampaikan melalui pernyataan resmi Saudia Group melalui akun X yang dirilis pada Sabtu, 28 Februari 2026. Maskapai menegaskan keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan perkembangan situasi keamanan regional dan koordinasi dengan otoritas terkait.

“Sehubungan dengan perkembangan situasi di kawasan dan penutupan wilayah udara, sejumlah penerbangan kami dibatalkan sesuai dengan standar keamanan dan keselamatan penerbangan. Pusat koordinasi darurat terus memantau perkembangan bersama pihak terkait,” demikian isi pernyataan resmi tersebut.

Baca: Konflik Iran-Amerika Serikat Ganggu Jadwal Jemaah Umrah Indonesia

Pernyataan resmi Saudi Airlines. Foto: X Saudia Airlines

Saudia mengimbau seluruh penumpang untuk memastikan kembali status penerbangan masing-masing sebelum menuju bandara. Informasi terbaru akan disampaikan melalui saluran komunikasi resmi yang terhubung dengan data pemesanan tiket penumpang.

Maskapai juga memastikan setiap pembaruan kebijakan akan disampaikan secara berkala melalui pernyataan resmi berikutnya, seiring pemantauan situasi yang terus berlangsung.

Kebijakan ini diambil di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah pasca serangan yang melibatkan Iran dan AS yang memicu respons keamanan di sejumlah negara. Penutupan sebagian wilayah udara dilakukan sebagai langkah pencegahan demi menjamin keselamatan penerbangan sipil.

Sebagai salah satu maskapai utama di kawasan, Saudia melayani rute ke berbagai destinasi di Asia, Eropa, hingga Amerika. Pembatalan ini berpotensi berdampak pada mobilitas penumpang, termasuk perjalanan ibadah umrah dan haji serta penerbangan komersial lainnya.

Hingga kini, otoritas penerbangan bersama maskapai masih memantau dinamika keamanan sebelum menentukan waktu pemulihan operasional secara penuh.

Ikuti dan baca artikel kami lainnya di Google News.